Pages

Senin, 30 April 2012

Tidak Seimbangnya Hormon Menyebabkan Remaja Labil

                “Labil” sebuah kata yang mungkin tidak asing lagi di telinga kita. Apalagi dalam kehidupan remaja zaman sekarang, istilah ini sangat sering di gunakan sebagai sebutan bagi orang yang plin-plan. Tidak hanya dengan teman sebaya, bahkan para remaja dengan lihainya melontarkan perkataan tersebut pada siapa saja yang mereka plin-plan dalam mengambil keputusan.
                Kenyataannya, memang rata-rata para remaja sering labil, karena emosi yang belum bisa di control dengan sempurna. Dari beberaoa sumber yanga saya baca, penyebab labilnya remaja adalah karena ketidakseimbangan hormon. Kesetidakseimbangnya hormon ini membuat gejolak di dalam tubuh, dan berdampak pada mental remaja itu, sehingga remaja sering moody, atau mood yang berubah sesuai dengan suasan hati mereka. Jika mood sedang tidak bagus, dengan kata lain gejolak kesetidakimbangan hormon ini terjadi, maka orang tersebut akan mudah emosi dan bahkan menyebabkan stress.
                Jika di bandingkan dengan remaja zaman dulu, sedikit berbeda dengan remaja zaman sekarang. Selain kehidupan yang semakin modern dan masuknya budaya asing ke kehidupan zaman sekarang, zat kimia juga berpengaruh besar terhadap perkembangan hormon. Zat kimia tidak hanya karena pencemaran, tapi juga dari zat makanan. Tersebarnya junk food dimana-mana di dukung dengan banyaknya orang yang memilih hidup praktis menjadi penyebab zat kimia tersebar dengan mudahnya. Tidak hanya makanan, zat kimia juga terdapat pada produk kecantika yang tidak bisa lepas dengan kehidupan remaja wanita.
                Gejala kesetidakimbangan hormon, tidak hanya di tunjukkan dengan labilnya kelakuan remaja, tapi kegemukan(obesitas) juga termasuk gejala kesetidakimbangan hormon. Karena kelenjar adrenal yang berfungsi untuk mengatur hormon, mendapat tekanan karena stres. Kelenjar adrenal yang tertekan ini akan menghasilkan kortisol dengan jumlah besar dan menurukan produksi progesteron, lalu menyebabkan retensi lemak yang banyak, sehingga terjadilah obesitas.
               

0 komentar:

Posting Komentar